F.A.Q (Frequently Asked Questions)

Pertanyaan Seputar Perumahan Syariah

konsep properti syariah adalah konsep jual beli yang sesuai dengan sunnah dan tuntunan agama islam yaitu:

Bebas Riba
artinya dalam transaksi yang terjadi harus sesuai dengan harga yang telah disepakati diawal, tanpa ada penambahan apapun.

Bebas GHARAR
artinya barang yang diperjual-beikan adalah milik dari penjual barang dan barangnya harus jelas yang diperjual-belikan.

Bebas ZHALIM
artinya dalam transaksinya penjual dan pembeli saling Ridho dan ikhlas sehingga kedua belah pihak saling menguntungkan satu sama lain serta tidak ada yang merasa dirugikan

berdasarkan HR. Abu Daud no. 3357 dan Ahmad 2: 171 . Harga cash dan kredit berbeda diperbolehkan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, (” Sumber ”).

Harga kredit lebih tinggi karena developer mengambil harga perkiraan di tahun pelunasan, yang tentunya tidak sama dengan harga di tahun berjalan. Perbedaan harga ini akan memberikan keadilan bagi pembeli dengan harga cash dan pembeli dengan harga kredit, dalam hal nilai propertinya.

 Setelah customer merasa cocok dengan unit yang diminati dan tercapai kesepakatan harga, maka customer membayar booking fee yang nilainya ditentukan oleh developer,

Setelah itu customer menandatangani PPJB yang di sah kan oleh Notaris dan customer mulai melakukan pembayaran sesuai dengan yang telah di akad kan di PPJB

Setelah 12-18 bulan masa tunggu sebagaimana kesepakatan di Akad, dilangsungkan Serah Terima Bangunan (Unit).

Jika sertifikat sudah jadi, maka sertifikat pun akan diperlihatkan kepada customer, dan kemudian disimpan di save deposit bank atas nama bersama.

dan konsumen disini memegang copy sertifikat nya

Syarat membeli properti syariah adalah membayar harga yang ditentukan dan menyerahkan dokumen legal seperti:

KTP, NPWP, KK, Akta Nikah, Surat Keterangan Kerja, FC Buku Tabungan

Ada 2 skenario yang bisa terjadi :

  1. Ketidakmampuan bayar sebelum AJB
  2. Ketidakmampuan bayar setelah AJB
  1. Pembatalan Perjanjian Sebelum penandatanganan AJB (Akte Jual Beli) maka PIHAK KEDUA telah dianggap melepaskan segala hak-haknya termasuk pembayaran tanda jadi (booking fee), pengikatan kavling dan wajib menanggung kerugian yang timbul akibat terjadinya pembatalan transaksi. Kerugian yang timbul antara lain ; booking fee + biaya administrasi hangus sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah), fee marketing + promosi sebesar 3,65% dari harga 12 bulan sesuai Priclist, biaya pembuatan PPJB dan pembatalan PPJB. Dan PIHAK PERTAMA berkewajiban mengembalikan sisa uang yang masuk dari PIHAK KEDUA setelah dikurangi biaya-biaya kerugian yang timbul, paling cepat 6 bulan dan paling lambat 1 tahun terhitung dari tanggal pembatalan perjanjian.
  2. Pembatalan Perjanjian Setelah Penandatanganan AJB (Akta Jual Beli) maka PIHAK KEDUA dengan ini memberi kuasa penuh kepada PIHAK PERTAMA untuk menjual unit tersebut sesuai dengan harga Appraisal dari KJPP (kantor jasa penilai publik yang resmi) untuk harga pada saat waktu penjualan tersebut. Dan PIHAK KEDUA membayar total hutang sesuai dengan yang tertera pada surat pengakuan hutang. Dan menanggung biaya-biaya yang timbul sesuai yang tertera pada Pasal 4 Ayat 1. Dan menanggung biaya-biaya atas penjualan kembali unit tersebut Seperti biaya pajak penjual, jasa notaris, dll.

Jika customer tidak melakukan pembayaran pada tanggal bayar yang disepakati, umumnya developer akan menghubungi customer dan menanyakan status pembayarannya. Jika customer memerlukan waktu lebih untuk melakukan pembayaran, silakan diberitahukan kepada staf yang bersangkutan, agar tidak terjadi salah paham. Namun developer tidak akan mengenakan sanksi atau denda apapun.

Untuk penunggakan pembayaran yang berlangsung 2 (dua) kali angsuran berturut-turut maka PIHAK KEDUA akan mendapatkan surat peringatan kedua (SP 2) dan wajib melunasi (merapel) 3 bulan sekaligus di angsuran berikutnya (bulan ketiga). Dan jika sampai bulan ke Empat masih menunggak atau belum dibayarkan maka PIHAK KEDUA akan mendapatkan Surat peringatan ketiga (SP 3), Dan dengan sendirinya perjanjian ini batal

Bisa. Silakan beritahukan kepada developer perihal ini dan customer bisa meminta pengurangan harga, dimana besarnya menjadi sepenuhnya keputusan developer. Dan developer tidak akan mengenakan penalti apapun.

Bisa saja, tergantung kebijakan developer. Umumnya tampak depan rumah tidak bisa diubah, namun bagian dalam rumah bisa, dengan batas tertentu. Jika perubahan tersebut bersifat major, biasanya developer akan mengenakan biaya tambahan yang nilainya ditentukan berdasarkan perkembangan perumahan dan kesepakatan kedua belah pihak.